Glosarium Istilah EVM: Panduan Referensi Lengkap
Glosarium ini mendefinisikan setiap istilah yang digunakan dalam Earned Value Management (EVM) sebagaimana didefinisikan dalam PMBOK® Guide Edisi ke-6. Gunakan ini sebagai referensi saat menghitung metrik EVM atau belajar untuk ujian PMP®.
Input (Metrik Baseline)
- BAC — Budget at Completion (Anggaran Saat Selesai)
- Total anggaran yang disetujui untuk proyek. Ditetapkan pada cost baseline selama perencanaan dan merupakan jumlah dari semua anggaran paket kerja. BAC bersifat tetap dan tidak berubah kecuali ada permintaan perubahan resmi yang disetujui. Formula: BAC = Σ(semua anggaran paket kerja).
- PV — Planned Value (Nilai yang Direncanakan)
- Anggaran yang disetujui yang ditugaskan untuk pekerjaan yang dijadwalkan. PV mewakili berapa banyak pekerjaan yang direncanakan selesai pada titik waktu tertentu, diukur dalam nilai anggaran. PV pada saat proyek selesai sama dengan BAC. Formula: PV = % rencana selesai × BAC.
- EV — Earned Value (Nilai Hasil)
- Ukuran pekerjaan yang diselesaikan, dinyatakan dalam anggaran yang disetujui untuk pekerjaan tersebut. EV adalah "jantung" dari EVM — ini adalah apa yang telah Anda hasilkan dari anggaran Anda dengan menyelesaikan pekerjaan aktual. Formula: EV = % aktual selesai × BAC. Catatan: EV tidak akan pernah melebihi BAC.
- AC — Actual Cost (Biaya Aktual)
- Biaya riil yang dikeluarkan untuk pekerjaan yang dilakukan pada suatu aktivitas selama periode waktu tertentu. AC mencakup semua biaya (tenaga kerja, material, overhead) yang benar-benar dihabiskan untuk pekerjaan yang sesuai dengan EV. AC secara teoritis dapat melebihi BAC (menunjukkan pembengkakan biaya yang parah).
Metrik Varians
- CV — Cost Variance (Varians Biaya)
- Jumlah defisit atau surplus anggaran pada titik waktu tertentu, dinyatakan sebagai selisih antara nilai hasil dan biaya aktual. Formula: CV = EV − AC. Negatif berarti anggaran jebol (over budget).
- SV — Schedule Variance (Varians Jadwal)
- Ukuran kinerja jadwal yang dinyatakan sebagai perbedaan antara nilai hasil dan nilai yang direncanakan. Ini menunjukkan apakah sebuah proyek lebih cepat atau lebih lambat dari jadwal. Formula: SV = EV − PV. Negatif berarti terlambat dari jadwal.
- VAC — Variance at Completion (Varians Saat Selesai)
- Proyeksi besaran defisit atau surplus anggaran pada akhir proyek. Ini menunjukkan seberapa jauh proyeksi akhir (EAC) berbeda dari anggaran awal (BAC). Formula: VAC = BAC − EAC.
Metrik Kinerja (Performance)
- CPI — Cost Performance Index (Indeks Kinerja Biaya)
- Ukuran efisiensi biaya dari sumber daya yang dianggarkan, dinyatakan sebagai rasio nilai hasil terhadap biaya aktual. Formula: CPI = EV ÷ AC. CPI < 1,0 berarti biaya lebih mahal dari rencana.
- SPI — Schedule Performance Index (Indeks Kinerja Jadwal)
- Ukuran efisiensi jadwal yang dinyatakan sebagai rasio nilai hasil terhadap nilai yang direncanakan. Menunjukkan seberapa efisien tim proyek menggunakan waktu. Formula: SPI = EV ÷ PV. SPI < 1,0 berarti kecepatan kerja lebih lambat dari rencana.
Metrik Perkiraan (Forecasting)
- EAC — Estimate at Completion (Perkiraan Saat Selesai)
- Perkiraan total biaya penyelesaian proyek, dihitung berdasarkan kinerja proyek hingga saat ini. Ada berbagai formula EAC yang dapat digunakan tergantung pada asumsi tentang masa depan proyek.
- ETC — Estimate to Complete (Perkiraan Untuk Selesai)
- Perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan proyek yang tersisa. Formula: ETC = EAC − AC (atau bisa juga dihitung dari bawah ke atas / bottom-up untuk sisa pekerjaan).
- TCPI — To-Complete Performance Index (Indeks Kinerja Sisa)
- Ukuran kinerja biaya yang harus dicapai dengan sisa sumber daya untuk memenuhi tujuan manajemen tertentu (biasanya BAC atau EAC). Jika angkanya di atas 1,0, tim harus bekerja lebih efisien pada sisa proyek.